Biochar adalah zat kaya karbon. Ini dibuat dengan pirolisis bahan biomassa (seperti kayu, tempurung kelapa, dll.) dalam kondisi anaerobik. Strukturnya yang berpori serta sifat fisik dan kimia yang stabil membuat biochar menunjukkan potensi sumber daya yang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pendaur ulang yang terus mengeksplorasi penerapan biochar. Di antara banyak skenario penerapannya, penggunaan biochar dalam peternakan secara bertahap mulai diketahui publik.
Biochar sebagai Pakan Aditif
Biochar diproduksi oleh proses pirolisis biomassa dapat secara efektif menyerap dan memperbaiki bahan organik dan nutrisi dalam pakan. Oleh karena itu, disukai oleh petani sebagai bahan tambahan pakan. Berikut keunggulan biochar sebagai feed additive:
Meningkatkan Pemanfaatan Pakan
Biochar sebagai feed additive dapat meningkatkan pemanfaatan pakan secara signifikan. Strukturnya yang berpori dan luas permukaan spesifik yang besar dapat menyerap dan memfiksasi bahan organik dan nutrisi dalam pakan. Dengan demikian, hal ini mengurangi kehilangan dan limbah pakan. Pada saat yang sama, biochar dapat meningkatkan aktivitas enzim dan mikroorganisme dalam pakan, sehingga meningkatkan penyerapan nutrisi oleh hewan. Hal ini meningkatkan pemanfaatan pakan.
Mengoptimalkan Kesehatan Pencernaan
Biochar dapat menyerap zat berbahaya dan racun serta mengurangi penumpukannya di usus hewan. Selain itu, struktur biochar yang berpori mendukung kolonisasi mikroorganisme bermanfaat, keseimbangan flora usus, dan peningkatan kekebalan hewan. Tak hanya itu, biochar juga dapat menyerap gas di usus sehingga mengurangi terjadinya perut kembung dan diare.
Mengurangi Emisi Metana
Hewan ruminansia seperti sapi dan domba menghasilkan banyak metana selama proses pencernaan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pencernaan hewan, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan seperti gas rumah kaca. Biochar dapat secara signifikan mengurangi produksi dan emisi metana dalam sistem pencernaan hewan ruminansia dengan menyerap prekursor metana dan mengganggu aktivitas metanogen.

Biochar sebagai Tempat Tidur Gudang
Kandang ternak dan unggas umumnya menggunakan jerami, batang, serbuk gergaji, dll. Mereka tidak dapat memenuhi persyaratan peternakan modern untuk kualitas lingkungan kandang. Pengenalan biochar pada alas kandang memberikan solusi:
Mengurangi Amonia
Emisi amonia di kandang hewan merupakan masalah lingkungan yang besar. Tak hanya itu, konsentrasi amonia yang berlebihan secara langsung berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan hewan. Biochar memiliki sifat adsorpsi yang sangat baik dan dapat secara efektif menyerap dan mengikat amonia. Oleh karena itu, biochar tidak hanya mengurangi emisi amonia di peternakan, tetapi juga menyediakan lingkungan yang bersih bagi pertumbuhan hewan.
Meningkatkan Kualitas Udara Gudang
Selain mengurangi konsentrasi amonia, biochar juga efektif menyerap gas dan bau berbahaya lainnya. Hal ini secara signifikan meningkatkan kualitas udara di gudang. Luas permukaan spesifik biochar yang tinggi memungkinkannya secara efisien menyerap gas berbahaya seperti senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan hidrogen sulfida. Hal ini tidak hanya menjaga udara di dalam kandang tetap segar, tetapi juga semakin meningkatkan kenyamanan hewan.
Digunakan sebagai Pupuk Organik
Setelah digunakan di dalam gudang, biochar akan mengikat sejumlah besar nutrisi. Biochar bekas dapat langsung dikembalikan ke tanah sebagai pupuk organik berkualitas tinggi. Dengan cara ini, biochar meningkatkan kesuburan tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Biochar sendiri juga memiliki fungsi memperbaiki struktur tanah. Hal ini tidak hanya mewujudkan daur ulang sumber daya, namun juga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kesimpulan
Sebagai alat mutakhir untuk pembangunan peternakan berkelanjutan, biochar telah menunjukkan prospek penerapan yang luas. Saat ini, biochar membantu industri ini mencapai ekonomi sirkular. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi dan manfaat ekonomi peternakan, tetapi juga mendorong pembangunan pertanian ke arah yang lebih berkelanjutan. Bagaimana kontribusi biochar terhadap pengembangan peternakan di masa depan? Kita lihat saja.
